Novel Life Of An Chapter 01- Nangka Terjatuh
Novel Life Of An Chapter 01- Nangka Terjatuh

Novel Life Of An Chapter 01- Nangka Terjatuh

Diposting pada

novelpro.id– Sahabat novelpro semuanya. Jumpa lagi dengan kami yang akan selalu hadir menemani kalian dengan menyajikan beragam macam novel yang memiliki cerita yang sangat menarik.

Pada pertemuan kali ini kami akan menyajikan buat kalian novel dengan berjudul Life Of An. Yang mana novel ini merupakan novel yang mampu membuat para pembacanya terkesan dan kagum akan alur cerita yang di bawakannya.

Nah, Tanpa berlama-lama lagi simak ceritanya di bawah ini:

Life Of An Chapter 01- Nangka Terjatuh

“Jangan nangis Le!” Kata bpak sambil menepuk-nepukan tangannya ke kepalaku, “Nanti malam kamu tidur saja di kamarku Le, ingat ya!! Lanjut bapak sambil tersenyum.

Aku tersenyum pahit saat melihat melihat senyuman bapak. Sudah nasibku, menyaksikan bapak ku di gelandang ke kantor polisi. Dia di tuduh oleh warga desa telah melakukan tindakan pencurian barang berharga di rumah bapak kepala desa.

Aku yang saat ini duduk di kelas 2 STM cuma bisa terduduk lemas di bale-bale depan rumah sampai beberapa jam berlalu setelah tadi pagi sekelompok polisis pergi membawa bapak ku untuk di bui.

Cuma satu yang tidak aku faham, kenapa bapak memintaku untuk tidur di kamarnya? bukan kah aku sudah punya kamar sendiri.

Tapi, sedari dulu aku selalu menuruti permintaan bapakku. Karena bapak adalah orang satu-satunya yang ku kupunya di dunia ini. Ibu meninggal saat melahirkan aku. Bapak tidak pernah menikah lagi sejak kematian ibu. Dan aku tidak punya saudara.

Jadilah kami ini sebatang kara berdua menghuni rumah kami yang terbuat dari papan ini.

Dengan berbekal sawah sepetak dengan luas kurang lebih satu hektar, kami berdua bisa bertahan hidup. Meskipun tidak berlebihan, tapi kami tidak pernah kekurangan. Itulah kenapa aku ingat sekali ketika bapak di tuduh mencuri barang berharga di rumah bapak kades.

Kami tidak kekurangan uang dan makanan, buat apa bapakku mencuri?

Malam harinya sesuai pesan bapak, aku membaa bantal dan gulingku ke kamar bapak dan tidur disana. Kamar bapak cukup aneh. Kamar ini cukup beresih dan tanpa ada apa-apanya, selain itu bapak juga tidak pernah memakai ranjang atau dipan, dia cuma tidur dengan selembar tikar pandan di lantai plester yang dingin.

Aku tersenyum kecut membayangkan betapa dinginny malam ini dan ingin kembali berlari untuk tidur di atas kasur dan ranjangku yang hangat dengan alunan lagu MP3 dari komputerku.

Tapi, aku masih saja tetap bertahan mengikuti pesan bapak dan tak lama kemudian aku pun tertidur di lantai dengan hanya beralaskan tikar pandan itu.

Baca juga: Charlie Wade 3499-3500 Full Episode

>>>>>>>>>>>>>>>

Gedebuggg.

Tiba-tiba terdengar seperti buah nangka terjatuh sangat keras sekali. Akupun terbangun dengan sangat kagetnya, secepat kilat aku melihat ke arah jam dingding, 00:00 tepat jam 12 malam. Dengan sedikit ketakutan akupun tidak berani untuk berdiri dan malah justru meringkuk di balik selimut dengan tubuh gemetaran.

Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang diseret dan pelan. Mulai mendekat ke arah kamar bapak. Aku semakin merinding ketakutan.

Tak terdengar suara pintu di buka, tapi aku tahu kalau ‘sesuatu’ ada dalam kamar dan sedang berdiri tepat di atasku. Aku tidak berani membuka selimut yang aku tutupkan ke kepalaku.

Aku mendengar dengusan napas berat yang berhembus di atas ku dan terdengar seolah-olah sedang menoleh kekanan dan kekiri mencari sesuatu.

Hrrrrrrrrrrrrrrrrmmmmmmmmhhhhhhhhhh. . . . . . .

Terdengar seperti suara erangan dari mahkluk yang berdiri di atas ku itu. Suaranya dalam sekali, ngebass banget dan seperti tersekat di tenggorokan.

“Dimana si kampret suprapto menyimpan barang itu?”

Aku mendengar mahluk itu bergumam dan menyebut nama bapakku. Apa hubungannya mahluk itu dengan bapakku?

Setelah beberapa menit berjalan kesana kemari dan mencari sesuatu, mahluk itu terlihat semakin marah dan mulai menggeram-geram sambil menendang perabotan yang ada di dalam kamar bapak. Memang kamar bapak tidak memiliki banyak perabotan seperti kamarku.

“Si kampret itu mempunyai satu anak laki-laki. Siapa tahu dia liat barang apa yang aku cari, kalau tidak tahu, kumakan saja dia nanti !!!” Teriak mahluk itu penuh kemarahan.

Baca juga: Novel Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya Bab 20

Bersambung

Nah, itulah cerita novel life of an chapter 01. Ikuti terus novelpro.id agar kalian dapat membaca secara gratis novel life of an yang ceritanya akan kami persembahkan buat kalian sampai chapter terakhir.

Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *