Return Of Mount Hua Sect Sub Indo Chapter 123_novelpro.id
Return Of Mount Hua Sect Sub Indo Chapter 123_novelpro.id

Return Of Mount Hua Sect Sub Indo Chapter 123_novelpro.id

Diposting pada

novelpro.idReturn Of Mount Hua Sect Sub Indo Chapter 123_novelpro.id. Selamat bergabung kembali para pecinta novel, mari kita lanjutkan cerita yang tertunda kemarin di bawah ini.

“……………………..”

“Apakah ada berita dari soheng?”

“….. Belim ada kabar.”

“Saya mengerti…..”

Wei lishan menghela nafas pelan; sedih, wajahnya telah tampak kehilangan semua vitalitasnya.

“Pemimpin gerbang, anda harus berdsabar sedikit lebuh lama lagi.”

“…..Saya tahu. Aku tahu tetapi….”

Melihat wei lishan berjuang untuk menemukan kata kata untuk mengekspresikan dirinya, orang lain, yeom pyeong, menghela nafas.

Aula pelatihan path’s edge tidak memiliki keinginan untuk hidup berdampingan dengan gerbang huayoung. Mereka terus menerus berdebat sejak aula pelatihan di buka. Sekarang, bahkan setelah mengalahkan pemimpin huayeong , path’s edge tidak puas. Dan telah menuntut agar gerbang huayoung pergi dan tidak pernah kembali.

Ini sangat berat, perawatan yang berlebihan.

Namun, gerbang huayoung tidak memiliki kekuatan untuk mengeluh tentang tindakan kasar seperti itu.

Kangho adalah dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah. Mereka tidak memiliki kekuatan, tidak dapat membalas terhadap yang kuat. Meskipun tinggal di kangho sepanjang hidup mereka, mereka baru sekarang memahami kenyataan yang memilukan ini.

“Apakah kamu mengatakan bahwa murid wudang telah tiba?”

“Benar….Batuk! batuk!”

“Apa kamu baik baik saja? pemimpin gerbang!?”

“….Saya baik baik saja.”

“Kamu terluka parah, silahkan berbaring.”

“Saya akan.”

Return Of Mount Hua Sect Novel

Begitulah tanggapan wei lishan, tetapi dia dan yeom pyeng sama sama tahu bahwa ini adalah situasi yang mengerikan. Di mana pemimpin gerbang tidak hanya berbaring dan beristirahat.

Jika murid sekte wudang tiba, mereka akan langsung di usir dari rumah mereka. Bagaimana mungkin wei lishan tahan untuk berbaring dan beristirahat ketika gerbang hua young. Yang telah merawatnya sepanjang hidup nya, akan di bubarkan secara paksa.

“Bagiamana dengan para murid?”

“……….Mereka tampak gelisah.”

“Saya yakin mereka, benar….Mereka pasti….”

Desahan pelan dari mulut wei lishan.

Meskipun dia mendengar para murid gelisah, dia tidak bisa menyalahkan mereka sama sekali. Meskipun ancaman konfrontasi dengan wudang menjulang, para murid semua masih mempertahankan pos mereka dan menjaga sekte.

“Aku tidak hidup sia sia.”

Kesetiaan ini saja terasa cukup bermanfaat bagi wei lishan.

“Pemimpin gerbang.”

Yeom Pyong menghela nafas setelah memanggil.

Yeom Pyeong adalah murid hebat wei lishan. Dia telah mengikuti wei lishan untuk waktu yang lama. Dan mereka memimpin gerbang huayoung bersama sama; tetapi sekarang, mereka berjuang dan tidak dapat menemukan solusi lain.

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *